Tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia yg pertama kali terjadi semenjak Piala Dunia 1938 wajib terlempar pada fase grup, dibahas di mana-mana saat orang-orang ramai menuturkan apa yg mendasari Jerman menampilkan permainan terburuk yg menciptakan hasil yg disebut majalah Bild sebagai "aib terbesar" dalam sejarah Jerman tersebut.
ESPN mengajukan tiga faktor dari kekalahan 0-2 Jerman dari Korea Selatan di Kazan Arena, Rabu malam WIB tadi yg membikin kedua negara tersingkir pada fase grup.
1. Perubahan line-up yg dilakukan Loew terbukti menanggulangi berbagai masalah, tetapi juga menciptakan persoalan baru
Menjelang laga melawan Korea ini, Joachim Loew kembali sibuk mengulas tutorial melindungi pertahanan dari agresi balik. Dia lalu mengajukan tiga teori. Satu, peredaran bola yg lebih baik. Kedua, balik menekan dengan mempertahankan bola selagi mungkin sebelum lawan dapat melancarkan agresi balik, serta terakhir, makin melindungi lagi ruang di depan empat bek.
Demi mewujudkan dua teori pertama, Loew memasukkan kembali Mesut Ozil menggantikan Julian Draxler. Playmaker Arsenal nii terbukti berhasil membuka posisi-posisi keren antar-lini permainan serta berdampak besar terhadap pertahanan, yg bekerja sama apik dengan Marco Reus serta Timo Werner di depan dalam memenangkan bola pada posisi-posisi berbahaya untuk Jerman. Leon Goretzka, yg mengejutkan dimasukkan di posisi kanan di mana Thomas Muller biasanya beroperasi, ditugaskan mendukung bek kanan Joshua Kimmich dalam menangkal ancaman Son Heung-Min, sedangkan seorang ahli box-to-box Sami Khedira dipasang kembali di belakang Toni Kroos sebagai gelandang bertahan.
Langkah yg separuh berhasil --di mana Niklas Sule menggantikan Jerome Boateng yg terkenan larangan bermain-- dalam tutorial Jerman memainkan bola itu sayangnya menghadapi kendala dari tidak lebih mengalirnya permainan Jerman.
Jangkauan umpan Khedira yg terbatas serta tidak lebih cepat bergerak telah mengganggu Jerman dalam menerapkan pola permainan itu. Mereka kerap terjebak dalam dua pikiran antara eksklusif menyerang alias menguasai bola dalam pola ofensif dengan andalan Korea Selatan kelelahan. Kebingungan itu kentara terkesan berbagai menit sebelum babak pertama selesai saat Goretzka menguasai bola dari posisi dalam untuk menusuk ke depan sendirian, hingga dirinya dihadang pemain Korea Selatan.
2. Jerman frustasi mengurai taktik box-to-box lawan
Tim asuhan Shin Tae-Yong tetap merasa kesulitan menaikkan tempo permainan pada babak kedua serta tidak sadar mundur terlalu dalam. Akibatnya, tutorial Jerman menguasai penguasaan bola menjadi agak lebih tertata sebagai dampak dari terbukanya ruang permainan seusai jeda, melainkan suatu sundulan Goretzka serta tendangan voli Werner, tetap tidak dapat menjebol gawang lawan. Pemain RB Leipzig itu tidak dapat bergerak manjur serta terkesan lebih bahagia di kanan saat Mario Gomez masuk lapangan.
Masuknya striker VfB Stuttgart ini sendiri mengambarkan bahwa sistem permainan tidak bekerja. Sistem ini makin dikoreksi lagi saat Muller masuk menggantikan Goretzka. Ini terang mengambarkan Loew mengakui telah menurunkan starting-eleven yg salah.
Dalam satu turnamen yg membikin Jerman tidak dapat berbuat apa-apa tidak hanya mempercayakan tendangan penjuru serta set piece, semacam tendangan leluasa Kroos ke gawang Swedia, ketidakmampuan menciptakan gol dari permainan terbuka menjadi awal kejatuhan Jerman.
3. Bisakah Loew selamat dari bencana ini?
Dua gol Korea Selatan pada masa injuri dari Kim Young-Gwon serta Son menjerumuskan Jerman ke dasar klasemen Grup F. Sayang, kebingungan serta ketumpulan Jerman selagi tampil di Rusia tidak terlalu mengusik.
Biasanya pada kondisi demikian, pelatih nasional mundur, tapi hidup Loew telah ditentukan jauh-jauh hari seusai Jerman menjadi juara dunia empat tahun lalu. Ketiadaan pilihan yg kredibel membikin asosiasi sepak bola Jerman mempertahankan Loew. Tapi Loew dapat saja merasa terlalu malu untuk semakin bertugas sebagai pelatih sebab dirinya merasa gagal menemukan formula yg masuk logika dalam turnamen sial ini.
Era dirinya mungkin telah mendekati akhir.
Inilah 3 Fakta Mengejutkan Yang Membuat Jerman Tersingkir Di Piala Dunia
4/
5
Oleh
ad